{"id":212,"date":"2024-11-18T16:47:05","date_gmt":"2024-11-18T09:47:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.eatmaja.co.id\/eka\/?p=212"},"modified":"2024-11-18T16:47:05","modified_gmt":"2024-11-18T09:47:05","slug":"note-lele-sankuriang-dengan-sistem-bioflok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eatmaja.co.id\/eka\/2024\/11\/18\/note-lele-sankuriang-dengan-sistem-bioflok\/","title":{"rendered":"Note: Lele Sangkuriang dengan Sistem Bioflok"},"content":{"rendered":"<h3><span id=\"4_Perawatan_Susulan_Probiotik\">Perawatan Susulan Probiotik<\/span><\/h3>\n<p>Sebelum benih ikal lele berukuran 12 cm, setiap 10 hari sekali masukan probiotik sebanayak 5 ml\/m3, ragi tempe satu sendok makan per m3, ragi tape 2 butir\/m3. Pada malam harinya tambahkan dolomite sebanyak 200-300 gram\/m3 (diambil airnya saja ).<\/p>\n<p>Setelah ukurannya melebihi 12 cm, per 10 sehari sekali masukan probiotik 5 ml\/m3, ragi tempe ditambah menjadi 3 sendok makan\/m3, ragi tempe jeuga ditambah 6-8 butir\/m3 dan di malam harinya taburkan dolomite 200-300 gram\/m3.<\/p>\n<p>Untuk ragi tempe dan ragi tape dilarutkan kedalam air.<\/p>\n<h3><span id=\"5_Pengelolaan_Pakan\">Pengelolaan Pakan<\/span><\/h3>\n<p>Selama masa pembesaran ikan lele, pemberian pakan adalah hal yang wajib dilakukan.\u00a0Yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan adalah, pilih pakan yang berkualitas, ukuran pakan disesuaikan dengan mulut ikan lele.<\/p>\n<p>Pemberian pakan diberikan pada pagi \u2013 sore hari dengan dosis 80% dari daya kenyang. Setiap seminggu sekali jangan diberi pakan atau dipuasakan.\u00a0Pakan di campur probiotik dan kurangi dosis pakan jika sudah terbentuk flok.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<blockquote>\n<p><em><strong>Probiotik<\/strong>\u00a0adalah mikro organisme yang tumbuh dan hidup di dalam usus atau lebih sering di sebut sebagai bakteri baik.<\/em><\/p>\n<p><em>Bakteri probiotik memiliki peran sebagai pembantu proses metabolisme sistem pencernaan dan memperkuat imun tubuh.<\/em><\/p>\n<p><em>Sedangkan\u00a0<strong>prebiotik<\/strong>\u00a0merupakan makanan untuk bakteri probiotik. Fungsi utamanya yaitu memberi nutrisi untuk bakteri probiotik dalam berkembang biak.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3><span id=\"Keunggulan_Budidaya_Lele_dengan_Sistem_Bioflok\"><strong>Keunggulan Budidaya Lele dengan Sistem Bioflok<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><strong>1. Lebih Hemat Air<\/strong><\/p>\n<div>\u00a0<\/div>\n<p>Berbeda dengan sistem konvensional, yang harus mengganti air untuk menghindari keracunan. Dalam sistem bioflok justru bisa mengubah bakteri di dalam air menjadi nutrisi yang baik untuk ikan lele.<\/p>\n<p>Sehingga sangat kecil kemungkinan untuk mengganti air.<\/p>\n<p><strong>2. Lebih Hemat Pakan<\/strong><\/p>\n<p>Seperti yang sudah dijelaskan di atas. Sitem bioflok akan mengubah bakteri-bakteri menjadi gumpalan yang bisa difungsikan sebagai bahan pakan ikan lele.<\/p>\n<p><strong>3. Padat Tebar Tinggi<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai perbandingan, jika di dalam kolam biasa satu meter kubik hanya bisa diisi 60 ekor lele, maka di dalam kolam bioflok bisa diisi 600 ekor lele.<\/p>\n<p><strong>4. Bisa Dibudidayakan di Lahan Sempit<\/strong><\/p>\n<p>Pada sistem bioflok, tempat atau lahan bukan menjadi masalah. Cocok sekali untuk kamu yang ingin belajar budidaya lele namun tidak mempunyai lahan luas.<\/p>\n<h3><span id=\"Peluang_Bisnis_Budidaya_Lele_Bioflok\">Peluang Bisnis Budidaya Lele Bioflok<\/span><\/h3>\n<p>Kebutuhan akan konsumsi ikan lele tiap tahun terus meningkat. Untuk daerah\u00a0Jabodetabek, per hari dibutuhkan kurang lebih 120 ton ikan lele. Selain itu, tingkat ekspor juga terus mengalami peningkatan.<\/p>\n<p>Beberapa negara tujuan ekspor di antaranya, Italia, Perancis, Jepang dan Korea.<\/p>\n<p>Permintaan yang begitu banyak belum bisa diimbagi dengan jumlah produksi. Tentu\u00a0ini adalah sebuah peluang bisnis yang sangat menjanjikan.<\/p>\n<p>Maka dari itu, dengan berbagai keunggulan sistem bioflok, diharapkan para petani bisa meningkatkan omzet hingga 8x lipat bila dibandingkan dengan cara konvensional.<\/p>\n<p>Perhitungan keuntungan sederhana dalam budidaya ikan \u00a0lele bioflok<\/p>\n<p>Namun pada kenyataannya masih banyak cerita-cerita kegagalan dan akhirnya gulung tikar. Mengapa itu bisa terjadi? sesuai dengan tabel di atas berarti jumlah panen mereka tidak mencapai 4.500 ekor.<\/p>\n<p>Betul? Sehingga biaya produksi lebih tinggi dari hasil panen.<\/p>\n<p>Kebanyakan penyebab utamanya adalah banyak ikan mati yang diakibatkan dimakan oleh lele lain\/kanibal.\u00a0Penyebab utama dari kanibalisme dalam budidaya lele adalah pemberian pakan yang salah.<\/p>\n<p>Pakan yang jumlahnya sedikit ditambah dengan daging segar, keong atau ayam tiren bisa menyebabkan lele bersifat kanibal.<\/p>\n<p>Lele yang mempunyai antena sebagai sensor pendeteksi keberadaan makanan akan terbiasa dengan bau daging. Jika ini terus dibiarkan, maka kalau ada lele yang luka lele lain akan menyerang dan memangsa.<\/p>\n<p>Inilah yang menyebabkan jumlah lele saat panen tidak sesuai dengan yang diprediksi. Jadi kesalahan bukan pada sistemnya, tapi lebih pada pembudidaya itu sendiri.<\/p>\n<p>Mereka tidak tahu dan kurang informasi akan cara budidaya lele bioflok yang benar.\u00a0Maka dari itu peran pemerintah sangat diperlukan untuk memberikan penyuluhan kepada para petani agar hasil yang di dapat bisa maksimal.<\/p>\n<p>Jika sistem bioflok bisa diterapkan dengan benar, bukan tidak mungkin hasil yang didapatkan bisa mencapai 10x lipat. Dengan asumsi harga lele 17-18 ribu per kilo, bisa dibayangkan keutungan yang didapat oleh para pembudidaya.<\/p>\n<p><a style=\"text-decoration: underline;\" href=\"https:\/\/bagi-in.com\/cara-budidaya-lele-bioflok\/\">link<\/a><\/p>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perawatan Susulan Probiotik Sebelum benih ikal lele berukuran 12 cm, setiap 10 hari sekali masukan probiotik sebanayak 5 ml\/m3, ragi tempe satu sendok makan per m3, ragi tape 2 butir\/m3.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-212","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bioflok"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eatmaja.co.id\/eka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eatmaja.co.id\/eka\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eatmaja.co.id\/eka\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eatmaja.co.id\/eka\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eatmaja.co.id\/eka\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=212"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.eatmaja.co.id\/eka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eatmaja.co.id\/eka\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eatmaja.co.id\/eka\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eatmaja.co.id\/eka\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}